Tips untuk mengidentifikasi oli palsu secara dini

Print Friendly, PDF & Email

Oli mesin palsu, saat ini sudah sulit dibedakan lagi dengan yang asli. Para pengoplos rupanya semakin kreatif dan belajar banyak dalam menyiasati oli mesin agar terlihat semakin “asli”. Jangankan konsumen, yang dilaboratorium-pun bisa dibuat terkecoh dengan hasil oli oplosan. Para pengoplos kini tidak lagi memakai oli bekas sebagai bahan campurannya. Tetapi mereka kini memakai “oli asli “ baru dan bukan oli bekas untuk membuat oli palsu. Biasanya oli jenis ini dibeli dalam bentuk curah ataupun drum-an yang relatif murah dibandingkan dengan oli mesin yang akan dipalsukan. Artinya konsumen memang harus lebih berhati-hati lagi memilih oli mesin. Amannya, ya, tidak ada cara lain untuk membeli di toko oli terpercaya atau agen resmi oli tersebut.

Meskipun begitu, tetap saja oli oplosan ini masih bisa terdeteksi di laboratorium. Sedikitnya ada dua metoda uji yang dapat dipakai untuk  mengidentikasi secara dini dan  cepat untuk menentukan mutu suatu oli yakni Metoda uji TBN (total Base Number) dan Metoda uji Viskositas (kekentalan) .  Metoda uji viskositas (kekentalan) ASTM D445, diperlukan untuk mengetahui tingkat kekentalan oli tersebut . Oli palsu biasanya kekentalannya tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan  oleh SAE. Misalnya pada botol kemasannya tertulis 20w50, tetapi kalau diuji oli oplosan biasanya diluar spek. kekentalan 20w50.

Metoda ini biasanya digunakan untuk mengetahui mutu suatu oli yang diragukan mutunya secara cepat dilapangan . Alat yang digunakan ada yang berbentuk portable agar mudah dibawa-bawa kemanapun. Sedangkan Metoda uji TBN (Total Base Number-Angka Basa Total) ASTM D2896, dipakai untuk  mengetahui tingkat kandungan aditif  dalam suatu oli (utamanya aditif yang bersifat basa). Oli palsu atau yang diragukan mutunya biasanya Nilai TBN-nya di bawah angka yang dipersyaratkan  yakni dibawah 5. Oli bermutu baik biasanya nilai TBN-nya diatas 6.

Sorry, no posts matched your criteria.