Bolehkah Menambah aditif kedalam oli mesin?

Print Friendly, PDF & Email

 

 

 Oli mesin yang beredar dipasaran  yang sudah memiliki kode  API ataupun SAE, misalnya API SJ atau SAE 10W40 dan sebagainya , sudah memiliki kandungan aditif yang memadai sesuai standar yang ditetapkan badan dunia yang berkompeten di bidang oli mesin seperti  organisasi API (American Petroleum Institute) ,  SAE (Society Automotive EngineerS),   ILSAC, ACEA dan sebagainya.  Oleh sebab itu memasukkan aditif tambahan ke dalam oli mesin standar harus difikirkan secara bijak. Mesti difahami,  meskipun aditif memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan mutu suatu oli mesin, pemakaian aditif yang berlebihan tidak otomatis akan mendongkrak mutu dan kinerja oli mesin tersebut.  Aditif itu bekerja ibarat obat.  Semakin  banyak  seseorang  meminum  obat, melebih dosis yang ditentukan, tidak berarti semakin baik.

Malah yang terjadi sebaliknya- bisa berakibat fatal bagi pemakainya. Hal-hal yang perlu difahami , seputar pemakaian aditif oli mesin : -Memakai aditif tambahan kedalam oli mesin, dikhawatirkan  mengganggu kesetimbangan kimia dan  dosis keefektifan  aditif yang  telah ada dalam oli mesin tersebut. Aditif oli mesin sangat banyak jenisnya. Namun umumnya terbagi dalam 2 kategori utama, yakni aditif bersifat basa dan aditif bersifat asam. Bila kedua jenis aditif  ini dicampur , maka akan terjadi  reaksi negatif pembentukan  senyawa berbentuk jeli. Masalahnya , Konsumen awam , biasanya tidak tahu jenis aditif tambahan yang dipakai ataupun  aditif yang telah ada dalam oli mesin tersebut. – Aditif yang banyak beredar dipasaran yang diklaim dapat meningkatkan performa, mengurangi aus mesin , meningkatkan efisiensi BBM , mengurangi friksi, membuat mesin tetap awet ,dsb., biasanya mengandung senyawa  semacam Teflon, Molybdenum, Zndp, senyawa klorin, isopropanol, aseton,minyak tanah, xylena, naftalena dan oli mesin kental (viskositas tinggi) sebagai bahan pelarut/carriernya. – Teflon merupakan senyawa padatan yang biasa dipakai sebagai bahan pelapis penggorengan “anti lengket”. Senyawa ini dipromosikan dapat melapisi komponen mesin yang bergerak agar terlindung dari aus. Namun masalahnya, bahan ini juga dikhawatirkan bisa  ikut melapisi dan mengendap pada komponen tak bergerak seperti  filter oli dan saluran aliran oli mesin –sehingga bisa menghambat aliran oli mesin ke seluruh komponen mesin.  Senyawa klorin bila terkena panas bisa membentuk asam hidroklorid yang bersifat korosif  terhadap komponen logam mesin.  Senyawa Zndp yang berlebihan dapat mengakibatkan aus komponen mesin . Senyawa Molybdenum bila dipakai berlebihan selain akan meningkatkan potensi endapan juga akan membuat slip kopling  pada motor bebek/laki model kopling basah.

-Dari beberapa penelitian disebutkan, kadar aditif yang berlebihan dapat menurunkan aktifitas katalitik konverter.  Oleh sebab itu beberapa klasifikasi oli mesin , misalnya API  SJ, SL dan SM membatasi kandungan aditif ZDPP, yang dapat meracuni katalis. Selain itu, aditif yang berlebihan berpotensi meningkatkan kadar abu pada proses pembakaran mesin. Pada  level API SM , hasil uji abu sulfat produk oli mesin dibatasi  0,08%. -Lebih jauh lagi , beberapa pabrikan otomotif terkemuka dunia , sebenarnya  telah memberikan  petunjuk kepada agen servisnya agar tidak merekomendasikan pemakaian aditif tambahan kedalam oli mesin. Selain  itu , sebagai informasi , Komisi Perdagangan federal Amerika  (FTC), yang berwenang mengawasi produk yang dijual di masyarakat di Amerika,  telah memberi peringatan kepada beberapa produsen “Aditif  tambahan” ini  yang diduga membuat  promosi  poduk tidak sesuai  dengan hasil  aplikasinya di mesin kendaraan. Dari hasil pengujian suatu institusi di Amerika, menunjukkan bahwa , beberapa aditif yang ditawarkan disana, diduga  berpotensi menimbulkan  efek merugikan pada mesin kendaraan. Intinya, apabila kita hendak memakai aditif tambahan pastikan kita tahu kandungan senyawa  aditif tersebut dan memiliki MSDS  dan  ada jaminan bahwa produk tersebut aman buat mesin kendaraan dan memiliki hasil uji lapangan yang representatif.

Leave a Reply





Sorry, no posts matched your criteria.