Mencampur oli beda merk ?? Siapa takut…
Posted in June 18th, 2011 by admin-14/06-011 | Filed under Ini Dia Nih | Comments (0)
Jarang terjadi adanya “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental, pada pencampuran oli mesin berbeda merk. Karena pada umumnya bahan dasar oli yang dipakai larut secara baik, baik itu sintetis ataupun mineral. Kecuali oli berbahan dasar Polialkilena glikol (PAG), memang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis oli lainnya.
Namun, hal ini pun tidak perlu dicemaskan karena senyawa PAG biasanya dipakai pada oli kompresor atau oli Gear dan jarang dipakai sebagai oli mesin. Yang terpenting bila ingin mencampur oli berbeda merk, menurut Lembaga API adalah sesuaikan SAE dan kategori API-nya, agar kualitasnya relatif masih dapat terjaga.
Selain itu, dari penelitian yang pernah dilakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada masalah pencampuran oli ini, yaitu:
1.Hindari mencampur oli berbeda fungsi.
Misalnya kita mencampur oli mesin dengan oli hidrolik, gardan atau jenis oli lainnya. Hal Ini sebaiknya dihindari, karena jika ada air, yang biasanya ada didalam mesin, kemungkinan hal “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental , bisa saja terjadi
2. Hindari mencampur oli, yang masing–masing memiliki aditif berlawanan.
Misalnya oli yang satu memakai oli bersifat asam dan yang lainnya bersifat basa. Karena hal ini akan terjadi reaksi netralisasi dan membentuk oli menjadi semacam jelli. Namun hal inipun akan dapat terjadi bila ada air dalam mesin. Tanpa air, reaksi netralisasi tidak akan terjadi. (Lihat tabel jenis sifat aditif yang dipakai pada berbagai macam pelumas)
Sifat keasaman dan kebasaan oli biasanya ditentukan oleh aditif yang dipakai oli tersebut.
Masalahnya memang, kita biasanya tidak tahu jenis aditif yang dipakai dalam suatu oli.
Namun untuk oli mesin, umumnya aditif yang dipakai bersifat basa dan jarang memakai aditif bersifat asam. Karena justru disini yang ingin dihindari adalah senyawa yang bersifat asam, karena biasanya senyawa asam bersifat korosif. Selain itu keberadaan aditif bersifat basa dibutuhkan sebagai bahan pencuci dan melawan senyawa asam yang biasanya dihasilkan dari proses pembakaran di mesin .Sifat basa suatu oli dapat ditunjukkan oleh nilai total angka Basa (TBN=total Base Number ). (lihat juga: Boleh kah mencampur oli sintetis dan oli mineral?).



















