Mencampur oli beda merk ?? Siapa takut…

Print Friendly, PDF & Email

Jarang terjadi adanya “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental, pada pencampuran oli mesin berbeda merk. Karena pada umumnya bahan dasar oli  yang dipakai larut secara baik, baik  itu sintetis ataupun mineral. Kecuali  oli berbahan dasar Polialkilena glikol (PAG), memang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis oli lainnya.

Namun, hal ini pun tidak perlu dicemaskan karena senyawa PAG  biasanya dipakai pada oli kompresor atau oli Gear dan jarang dipakai sebagai oli mesin. Yang terpenting bila ingin mencampur oli berbeda merk, menurut Lembaga API adalah  sesuaikan SAE dan kategori API-nya, agar kualitasnya relatif masih dapat terjaga.

Selain itu, dari penelitian yang pernah dilakukan, ada beberapa  hal   yang perlu diperhatikan pada  masalah pencampuran oli ini, yaitu:

 

1.Hindari mencampur oli berbeda fungsi.

Misalnya kita mencampur oli mesin dengan oli hidrolik, gardan  atau jenis oli lainnya. Hal Ini sebaiknya dihindari, karena jika ada air,  yang biasanya ada didalam mesin, kemungkinan  hal “ketidakcocokan”, misalnya oli menjadi kental , bisa saja terjadi

 

2. Hindari mencampur oli, yang masing–masing memiliki aditif berlawanan.

Misalnya oli yang satu memakai oli bersifat asam dan yang  lainnya bersifat basa. Karena hal ini akan terjadi reaksi netralisasi dan membentuk oli menjadi semacam jelli. Namun hal inipun akan dapat terjadi bila ada air  dalam mesin. Tanpa air, reaksi netralisasi tidak akan terjadi. (Lihat tabel jenis  sifat aditif yang dipakai pada berbagai macam pelumas)

Sifat keasaman dan kebasaan oli biasanya ditentukan oleh aditif yang dipakai oli tersebut.

Masalahnya memang, kita biasanya  tidak tahu jenis aditif yang dipakai dalam suatu oli.

Namun untuk  oli mesin,  umumnya aditif yang dipakai bersifat basa dan jarang memakai aditif bersifat asam. Karena justru disini yang ingin dihindari adalah senyawa yang bersifat asam, karena  biasanya senyawa asam bersifat korosif. Selain itu keberadaan aditif  bersifat basa dibutuhkan sebagai bahan pencuci dan  melawan senyawa asam yang biasanya dihasilkan dari  proses pembakaran  di mesin .Sifat basa suatu oli dapat  ditunjukkan oleh nilai total  angka Basa (TBN=total Base Number ). (lihat juga: Boleh kah mencampur oli sintetis dan oli mineral?).

Leave a Reply





Sorry, no posts matched your criteria.