{"id":652,"date":"2023-06-15T06:37:54","date_gmt":"2023-06-15T06:37:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=652"},"modified":"2023-06-15T06:37:57","modified_gmt":"2023-06-15T06:37:57","slug":"bagus-mana-bahan-bakar-bensin-biasa-atau-bioetanol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=652","title":{"rendered":"Bagus mana ..? Bahan bakar bensin biasa atau + Bioetanol ??"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\">\n<p><strong>Muhammad Fuad, Peneliti Migas.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Belum lama ini , ada kabar bahwa perusahaan minyak nasional &nbsp;Pertamina ,&nbsp; akan meluncurkan produk bensin baru dipasaran, yakni bensin dengan campuran etanol. Rencananya, ini &nbsp;baru akan diluncurkan di Jatim dan dijual sebagai Bensin dengan angka oktan 95, atau setara pertamax plus. Rencana pemakaian \/penambahan etanol pada bahan bakar bensin sebenarnya bukan lah berita baru di Indonesia, karena sudah sejak lama dicanangkan. Tapi, untuk saat ini,&nbsp; nampaknya pertamina lebih serius menggarapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya tidak akan , cerita tentang masalah kebijakan ataupun target atau&nbsp; dampak pemakaian etanol pada ekonomi nasional dsb. &nbsp;Karena itu bukan ranah sy. Disni, Saya lebih focus &nbsp;penjelasan pada sisi teknis seperti , &nbsp;Apa sih efek &nbsp;penambahan etanol &nbsp;pada bensin baik dilihat dari sifat fisik dan kinerjanya pada mesin bensin? Dan yang paling krusial bagi masyarakat awam adalah &nbsp;bagaimana dengan efisiensinya? konsumsi bahan bakarnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Bicara mutu bahan bakar untuk kendaraan, &nbsp;selalu &nbsp;tidak lepas kaitannya dengan dua hal ini &nbsp;yakni &nbsp;mutu terkait &nbsp;sifat fisik &nbsp;dan mutu terkait efeknya pada kinerja mesin, dan tentu &nbsp;yang tidak kalah pentingnya , konsumsi bahan bakar. &nbsp;Untuk mutu sifat fisik, sy akan membahas &nbsp;sifat fisik yang penting saja , karena tdk mungkin membahas begitu banyak sifat fisik bensin versi standar BBM. Bayangkan tidak kurang ada sekitar 19 item sifat fisik pada standar BBM di Indonesia!!<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa sifat fisik penting &nbsp;yang bisa dijadikan tolok ukur mutu bensin itu adalah &nbsp;Angka Oktana (RON=Reaserch octane number &nbsp;dan MON=motor octane number), &nbsp;Emisi dan Efisiensi (konsumsi bahan bakar). satu&nbsp; hal lagi yang sangat penting juga&nbsp; kalau kita bicara tentang senyawa etanol yakni sifatnya yang mudah menyerap air dibandinkan bensin.&nbsp; Beberapa hal ini rasanya sdh cukup untuk dapat menggambarkan secara garis besar tentang komparasi mutu dan kinerja &nbsp;bensin biasa dan bensin+etanol bila dipakai sebagai bahan bakar kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Angka oktana<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Angka oktana merupakan ukuran mutu bensin terkait dengan, kemampuan bensin dalam mengendalikan terjadinya knocking\/ketukan atau istilah awamnya \u201cNgelitik\u201d. Semakin tinggi angka oktana semakin baik mutu bensin &nbsp;dalam mengendalikan terjadinya ngelitik. Dan harganya semakin mahal. Kalau kita ke Pom bensin pertamina misalnya, kita bisa lihat angka oktana bensin Pertalit&nbsp; 90 , Pertamax 92 atau Pertamax plus 95. Angka \u2013angka ini sebenarnya &nbsp;&nbsp;menujukkan&nbsp; angka oktana yang dikenal sebagai RON, Research Octane Number. RON ini menunjukkan nilai angka oktana bensin &nbsp;saat diuji &nbsp;pada kondisi mesin rendah\/sedang. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>RON bukanlah satu-satunya tolok ukur mutu bensin. Ada lagi istilah MON singkatan dari Motor Octane Number. MON sebenarnya istilah yang&nbsp;&nbsp; jarang diketahui&nbsp; awam. &nbsp;Makanya saya kasih tau\u2026J. MON ini , merupakan nilai angka oktana bensin saat diuji pada kondisi mesin &nbsp;berat, misal kecepatan tinggi dsb.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bensin untuk mesin modern dan bermutu baik , umumnya memiliki perbandingan angka &nbsp;RON&nbsp; dan MON&nbsp; tidak terlalu jauh . Biasanya selisihnya sekitar 10. Artinya, &nbsp;misalnya&nbsp; Pertalit RON nya 90 , &nbsp;MONnya bagusnya 80 an. Selisih RON dan MON biasa disebut sensitivitas. Sensitivitas ini menggambarkan &nbsp;distribusi angka oktana pada setiap variasi kondisi mesin kendaraan. Nilai sensitivitas produk bensin bervariasi tergantung proses pembuatannya di kilang. Nah,..Etanol sebenarnya memiliki angka RON dan MON yang sangat tinggi . dibandingkan bensin biasa, namun sensitivitasnya juga tinggi. Alhasil, Etanol ..&nbsp; lebih signifikan menaikkan &nbsp;angka RON bensin dibandingkan angka MON. Oleh sebab itu, biasanya, &nbsp;nilai sensitivitas bensin+etanol relative lebih tinggi &nbsp;dibandingkan bensin &nbsp;biasa . Sederhananya, &nbsp;Bensin +etanol lebih \u201cSensi\u201d, terhadap terjadinya ngelitik\/ketukan dibandingkan bensin biasa dengan&nbsp; nilai angka oktana (RON) yang sama.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Emisi<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Salah satu poin plus penambahan etanol pada bensin adalah dari sisi emisi nya. Bensin-etanol, terbukti dapat menurunkan emisi , seperti mengurangi&nbsp; senyawa&nbsp; berbahaya yang mudah menguap, partikel hidrokarbon, karbon monoksida dan karbon dioksida namun akan meningkatkan emisi nitrogen oksida dan penambahan sedikit senyawa asetaldehid . Seperti diketahui kota2 besar di Indonesia, seperti&nbsp; di jakarta, kerap mejadi langganan sebagai kota dengan polusi tertinggi&nbsp; di dunia. Dengan formulasi bensin dengan &nbsp;penambahan etanol ini, &nbsp;akan bernilai posisif dan akan mengurangi efek polusi dari asap knalpot kendaraan di kota2 besar indonesia.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Sifat kemudahan menyerap air<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Perbedaan mendasar sifat fisik bensin dan etanol terletak pada kemampuannya meyerap air. Etanol sangat mudah menyerap air.&nbsp; Sebaliknya bensin biasa tidak menyerap air. Dalam jumlah sedikit , air yang terserap etanol masih bisa bersatu dengan bensin. Dan pada kondisi ini,&nbsp; mesin masih bisa mentolerir.&nbsp; &nbsp;Namun seiring meningkat nya jumlah air yang terserap, air &nbsp;akan terpisah dengan bensin &nbsp;dan ada di dasar tangki. Kalau kita masih sempat mengeluarkannya , masih bagus. Repotnya kalau air sdh terlanjur masuk pada sistem pembakaran di mesin kendaraan. Bisa ditebak sendiri , bagaimna ceritanya, kalau bensin campur air masuk ke pembakaran .<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengantispasi kondisi ini, Salah satu nya , adalah \u201c jangan biarkan tangki bensin kosong.\u201d Usahakan selalu terisi penuh, minimal 80%. Karena ruang udara dalam tangki akan memicu mudahnya akumulasi banyaknya uap air dalam tangki.<\/p>\n\n\n\n<ul><li>Efisiensi\/Konsumsi Bahan Bakar<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Penambahan etanol dalam bensin sudah tentu akan mempengaruhi konsumsi bahan bakar tersebut di kendaraan. karena&nbsp; seperti diketahui dua senyawa ini , bensin dan etanol memiliki sfat fisik berbeda . salah satu sifat fisik yang paling mudah difahami untuk menjelaskan perbedaan efisiensi bahan bakar ke dua senyawa ini adalah pada nilai kalornya.&nbsp; Etanol memiliki&nbsp; memiliki kandungan energy kalor lebih rendah dibandingkan bensin. Jadi tidak mengherankan , konsumsi bahan bakar bensin+etanol relatif lebih boros sedikti &nbsp;dibandingkan bensin biasa. Berapa banyak persentase perbedaannya\u2026?itu &nbsp;Tergantung jumlah etanol yang ditambahkan pada bensin tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Itu saja dulu yang bisa saya jelaskan. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa &nbsp;dibahas terkait pemakaian etanol sebagai bahan bakar, misalnya soal efek&nbsp; pada komponen karet\/seal, sifat penguapan dll . Namun ini lain kali saja dibahas.!!<\/p>\n\n\n\n<p>terimakasih<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muhammad Fuad, Peneliti Migas.<\/p>\n<p>Belum lama ini , ada kabar bahwa perusahaan minyak nasional &nbsp;Pertamina ,&nbsp; akan meluncurkan produk bensin baru dipasaran, yakni bensin dengan campuran etanol. Rencananya, ini &nbsp;baru akan diluncurkan di Jatim dan dijual sebagai Bensin dengan angka oktan 95, atau setara pertamax plus. Rencana pemakaian \/penambahan etanol pada bahan bakar bensin sebenarnya bukan &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/652"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=652"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/652\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":653,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/652\/revisions\/653"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=652"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=652"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=652"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}