{"id":444,"date":"2021-05-13T23:50:13","date_gmt":"2021-05-13T23:50:13","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=444"},"modified":"2021-05-13T23:52:23","modified_gmt":"2021-05-13T23:52:23","slug":"koq-bisa-beda-sae-tetapi-kekentalannya-sama-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=444","title":{"rendered":"Koq bisa &#8230;.beda SAE tetapi kekentalannya   sama??\/Muhammad.fuad@esdm.co.id."},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p><strong><em>\u201d<\/em><\/strong> Harus difahami oleh otomania, bahwa oli mesin memiliki sifat karakteristik;&nbsp; apabila suhu mesin panas, oli mesin akan menjadi encer. Sebaliknya kalau suhu mesin dingin oli mesin menjadi cenderung kental. Oleh sebab itu, meskipun suatu oli mesin memiliki SAE yang berbeda-beda,&nbsp; oli mesin tersebut bisa memiliki&nbsp; kekentalan yang sama di dalam mesin.<em> \u201c<\/em><\/p>\n<p>***<strong><\/strong><\/p>\n<p><em>&nbsp;<\/em><\/p>\n<p>Setiap kekentalan &nbsp;SAE oli mesin, tidak bersifat statis. Kekentalannya akan berubah &nbsp;mengikuti&nbsp; suhu mesin kendaraan tersebut. Didalam mesin, oli SAE 5W30 , SAE 10w30 atau 15w40, dapat juga bersifat seperti SAE 20w50 (atau sebaliknya) dan memiliki &nbsp;kekentalan yang sama pada suhu-suhu tertentu. Artinya sebenarnya disini adalah&nbsp; kita tidak perlu takut menggunakan oli mesin diluar rekomendasi SAE pabrikan kendaraan, asal SAE-nya masih dalam batas kewajaran\/proporsional.<\/p>\n<p>&nbsp;Sekarang, &nbsp;mari kita lihat grafik dibawah ini<\/p>\n<table cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"100%\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>\n<div><\/div>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Grafik diatas ini adalah grafik yang menggambarkan kurva berbagai jenis SAE oli mesin yakni SAE 5w30, SAE10W30, SAE 15W40 dan SAE 20w50 . Jadi setiap SAE oli mesin sebenarnya memiliki profil kurva yang berbeda-beda. Kurva itu bisa dibuat mulai dari suhu rendah (minus) sampai suhu diatas 150 <sup>o<\/sup>C. Namun disini untuk memperjelas pembahasan, sengaja hanya ditampilkan profil kurva-kurva kekentalan oli mesin tersebut hanya pada suhu 45-100 <sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p>&nbsp;Misalkan rekomendasi SAE kendaraan kita adalah SAE 20w50. Artinya sebenarnya potensi perlindungan optimal mesin kendaraan kita didesain saat kekentalan&nbsp; oli mesin berkisar&nbsp; 16,3 \u2013 21,9 cSt (Area warna merah pada kurva). Dari kurva diatas ini dapat dilihat, dari berbagai SAE oli mesin selain SAE 20w50 , bila ditarik garik keatas, maka \u201carea merah\u201d SAE 20w50 akan berpotongan dengan &nbsp;kurva kekentalan SAE 5w30, SAE 10w30, dan SAE 15w40. Perpotongan tersebut menunjukkan suhu dimana jenis SAE tersebut memiliki karakter kekentalan yang sama dengan SAE 20w50.<\/p>\n<p>Lebih jelas Arti kurva diatas adalah Oli mesin dibawah ini akan memiliki kekentalan yang sama dengan SAE 20w50 pada suhu:<\/p>\n<p>-SAE 5W30,&nbsp; pada suhu 70 \u2013 80,5 <sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p>-SAE 10W30, pada suhu 71 \u2013 81<sup> o<\/sup>C<\/p>\n<p>-SAE 15W40, pada suhu 86 -96 <sup>o<\/sup>C.<\/p>\n<p>&nbsp;Kurva diatas ini hanyalah sekedar contoh, bahwa kekentalan dari SAE yang berbeda akan memiliki sifat kekentalan yang sama didalam mesin pada suhu-suhu tertentu. Artinya sebenarnya, Kita bisa saja menggunakan oli mesin diluar rekomendasi SAE pabrikan, sejauh itu masih proporsional.<\/p>\n<p>Profil kurva setiap oli mesin, berbeda-beda, meskipun memiliki SAE nya sama, tergantung dari merk oli mesin. Namun pada SAE yang sama perbedaan profil kurvanya tidak terpaut jauh.<\/p>\n<p>Satu hal yang harus difahami juga, kekentalan atau jenis SAE oli mesin hanyalah salah satu&nbsp; faktor saja &nbsp;yang menentukan pada kinerja mesin kendaraan . Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah, faktor mutu oli mesin itu sendiri. Oleh sebab itu, oli mesin jenis SAE yang sama namun dengan merk berbeda,&nbsp; sangat mungkin menghasilkan kinerja dan tingkat perlindungan berbeda pada mesin kendaraan.<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201d Harus difahami oleh otomania, bahwa oli mesin memiliki sifat karakteristik;&nbsp; apabila suhu mesin panas, oli mesin akan menjadi encer. Sebaliknya kalau suhu mesin dingin oli mesin menjadi cenderung kental. Oleh sebab itu, meskipun suatu oli mesin memiliki SAE yang berbeda-beda,&nbsp; oli mesin tersebut bisa memiliki&nbsp; kekentalan yang sama di dalam mesin. \u201c<br \/>\n***<br \/>\n&nbsp;<br \/>\nSetiap kekentalan &nbsp;SAE &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=444"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":635,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/444\/revisions\/635"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=444"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=444"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=444"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}