{"id":102,"date":"2011-06-18T02:47:12","date_gmt":"2011-06-18T02:47:12","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=102"},"modified":"2018-04-05T04:56:25","modified_gmt":"2018-04-05T04:56:25","slug":"jangan-bingung-dalam-memilih-oli-sintetis-atau-oli-mineral","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=102","title":{"rendered":"Pilih Oli Sintetis atau Oli Mineral????"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?attachment_id=593\" rel=\"attachment wp-att-593\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-593\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/OIL_FLOW2-228x300.jpg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/OIL_FLOW2-228x300.jpg 228w, https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/OIL_FLOW2-243x320.jpg 243w, https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/OIL_FLOW2.jpg 583w\" sizes=\"(max-width: 228px) 100vw, 228px\" \/><\/a><\/p>\n<p>&#8230;. masalah perbedaan kedua oli ini, hanya menyangkut sudut pandang atau tingkat pemahaman kita tentang oli mesin. Kalau Anda ingin oli mesin dengan efektivitas pemakaian yang jauh, pakailah oli mesin jenis sintetis, namun tentu konsekwensinya harganya lebih mahal. Sebaliknya, kalau pakai jenis oli mineral meskipun murah ya, konsekwesinya lebih pendek masa pemakaiannya. Bagaimana dengan mutunya? Percayalah, selama oli mesin yang Anda pakai masih dalam \u201cmasa efektivitasnya\u201d, baik itu oli jenis mineral ataupun sintetis, akan memiliki kinerja dan tingkat perlindungan yang sama baiknya didalam mesin&#8230;.<\/p>\n<p>Perbedaan mendasar antara oli sintetis dengan mineral sebenarnya \u201chanya\u201d pada kemampuan jarak tempuh atau efektivitas pemakaiannya dalam mesin . Tidak lebih tidak kurang. Oli jenis mineral relatif lebih pendek efektivitas pemakaiannya dibandingkan oli sintetis. Karena oli jenis mineral lebih mudah berubah kekentalannya dan lebih mudah menguap. Sebenarnya suatu hal yang logis, karena kalau dilihat dari sisi harga, oli mineral memang lebih murah dibanding oli sintetis.<\/p>\n<p>Jadi masalah perbedaan kedua oli ini, hanya menyangkut sudut pandang atau tingkat pemahaman kita tentang oli mesin. Kalau Anda ingin oli mesin dengan efektivitas pemakaian yang jauh, pakailah oli mesin jenis sintetis, namun tentu konsekwensinya harganya lebih mahal. Sebaliknya, kalau pakai jenis oli mineral meskipun murah ya, konsekwesinya lebih pendek masa efektivitas nya . Bagaimana dengan mutunya? Percayalah, selama oli mesin yang Anda pakai masih dalam \u201cmasa efektivitasnya\u201d, baik itu oli jenis mineral ataupun sintetis, akan memiliki kinerja dan tingkat perlindungan yang sama baiknya didalam mesin.<\/p>\n<p>Seperti diketahui ada sekitar 400-an lebih merk oli mesin yang beredar dipasaran dengan beragam pula tingkat mutunya. Bahkan dengan sesama oli sintetis, mutunya juga tidak sama. Ada oli sintetis yang mampu menempuh jarak\/efektivitasnya sampai 15 ribu km, ada yang 25 ribu bahkan ada yang bisa sampai 60 ribu km tanpa penggantian oli sama sekali. Sedangkan Oli jenis mineral umumnya masa efektiftasnya antara 4000-5000 km.<\/p>\n<p>Mesti dipahami juga, dari Pengujian dan penelitian tentang perbandingan mutu antara oli sintetis dan mineral diketahui bahwa tidak semua oli sintetis memiliki kinerja lebih baik dibandingkan oli jenis mineral. Artinya, kemampuan jarak tempuh oli yang jauh, bukan jaminan memiliki kemampuan kinerja yang optimal dalam mesin.<\/p>\n<p>Lebih dari itu sebenarnya masalah kinerja oli mesin, lebih ditentukan faktor proporsionalitas dan kecocokan oli yang dipakai pada kendaraan kita. Selama kita bisa memahami dan proporsional pada pemakaian oli sesuai rekomendasi pabrikan dan mentaati rutinitas penggantian oli secara baik, apapun jenis olinya, akan memiliki tingkat kinerja yang baik dan mampu melindungi komponen mesin secara optimal. Dibawah ini , hanyalah salah satu contoh pengujian, untuk menggambarkan betapa sangat beragamnya mutu oli mesin dari jenis oli mineral dan sintetis.<\/p>\n<p>Metoda uji Thin-Film Oxygen Uptake (ASTM D-4742) adalah suatu metoda uji mengukur kestabilan oli mesin dari reaksi oksidasi- yang biasa terjadi di dalam mesin antara kontaminan oli (seperti aus logam, bahan bakar, air dan kontaminan lainnya) dengan aditif . Oli mesin dengan Aditif Anti oksidan bermutu , akan tetap stabil dan tidak mudah terdegradasi dalam waktu lama, sehingga akan menjaga oli tetap bersih dari kotoran dan endapan karbon, memperpanjang waktu penggantian oli, mencegah korosi lebih lama serta menjaga kekentalan oli. Semakin lama waktu yang tercatat pada pengujian ini, semakin baik oli tersebut dalam mengendalikan reaksi oksidasi didalam mesin .<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?attachment_id=603\" rel=\"attachment wp-att-603\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-603\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/sintetik3-300x232.jpg\" alt=\"\" width=\"338\" height=\"261\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dari grafik diatas ini terlihat bahwa Oli sintetis (OS1 dan OS2) memang berada diurutan teratas sebagai oli yang tahan terhadap oksidasi. Namun disini terlihat juga bahwa ada oli mineral OM1 yang mengungguli oli sintetis OS3, OS4, OS5 dan OS6. Disini juga terlihat OM2 mengungguli OS4, OS5 dan OS6. Artinya adalah bahwa tidak selalu dan tidak semua oli sintetis memiliki mutu yang lebih baik dibandingkan oli mineral .<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8230;. masalah perbedaan kedua oli ini, hanya menyangkut sudut pandang atau tingkat pemahaman kita tentang oli mesin. Kalau Anda ingin oli mesin dengan efektivitas pemakaian yang jauh, pakailah oli mesin jenis sintetis, namun tentu konsekwensinya harganya lebih mahal. Sebaliknya, kalau pakai jenis oli mineral meskipun murah ya, konsekwesinya lebih pendek masa pemakaiannya. Bagaimana dengan mutunya? &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4,7],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=102"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":591,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/102\/revisions\/591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=102"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=102"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=102"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}