{"id":432,"date":"2011-07-16T07:16:08","date_gmt":"2011-07-16T07:16:08","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=432"},"modified":"2011-07-16T07:16:08","modified_gmt":"2011-07-16T07:16:08","slug":"duh-salah-ngisi-bbm","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=432","title":{"rendered":"Duh.. salah ngisi BBM?"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-433\" title=\"SALAH-NGISI-BBM\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09-225x300.jpg 225w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09-768x1024.jpg 768w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09-240x320.jpg 240w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/2011-05-30-16.37.09.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Duh.. salah ngisi \u00a0Bahan bakar\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ke dalam tangki kendaraan!!!<\/p>\n<p>\u00a0Pernah mengalami kejadian seperti ini, dimana saat\u00a0 berada di pom bensin, petugas pom salah\u00a0 mengisi bahan bakar ke dalam tangki kendaraan kita. Mobil mesin bensin ternyata salah diisi solar atau sebaliknya mobil disel malah diisi \u00a0bensin.<\/p>\n<p>Kemungkinan hal semacam ini bisa saja terjadi disini . Karena mungkin kelalaian petugas atau mungkin juga kesalahan si pemilik kendaraan\u00a0 yang keliru menempatkan \u00a0kendaraannya di tempat pom \/dispenser bahan bakar yang bukan seharusnya. Kalau di negara Barat sana, kemungkinan salah mengisi bensin kedalam tangki\u00a0 kendaraan disel bisa saja terjadi. Tetapi kalau salah mengisi bahan bakar solar ke dalam mobil bensin kecil kemungkinan terjadi. Kenapa? Karena disana diameter keran pompa dispenser\u00a0 untuk solar dan bensin dibuat berbeda. Diameter keran dispenser untuk bahan bakar solar dibuat lebih besar dibandingkan keran bensin. Wal hasil kalau kemungkinan salah mengisi solar ke dalam mobil bensin mustahil terjadi, karena lubang tangki mobil bensin lebih kecil dibandingkan keran dispenser solar.<\/p>\n<p>Lalu apa yang mesti dilakukan kalau hal ini sudah terlanjur terjadi? Yang pasti kalau sudah terlanjur salah ngisi, baik itu mesin bensin diisi solar atau sebaliknya, langkah terbaik adalah jangan menyalakan mesin kendaraan apalagi menjalankan. Lebih baik mobil\u00a0 diderek untuk dibawa ke bengkel terdekat untuk dikuras saluran bahan bakar dan tangkinya. Karena kalau kita paksa menyalakan dan menjalankan kendaraan tersebut , efeknya bisa fatal pada mesin kendaraan kita.<\/p>\n<p>Seperti Kita ketahui, desain mesin mobil disel dan bensin memang sengaja dibuat berbeda. Karena memang sistem penyaluran bahan bakar dan prinsip proses pembakarannya berbeda. Mobil bensin mengandalkan pengapian pada busi untuk proses pembakarannya sedangkan mesin disel memakai metoda tekanan pada\u00a0 proses pembakarannya. Oleh sebab itu bahan bakar yang dipakaipun berbeda. Bahan bakar solar relatif sulit menguap namun mudah menyala saat mendapat tekanan. Kisaran titik didih solar antara 165- 370 C .\u00a0 Biasa disebut juga sebagai midle distillate (minyak distilat sedang). Termasuk disini adalah avtur dan minyak tanah . Solar didesain untuk mudah menyala saat mendapat tekanan. Karena di mesin disel tidak ada busi yang dipakai untuk memicu terjadinya proses pembakaran. Filosofis ini\u00a0 yang dipakai sebagai ukuran mutu penyalaan bahan bakar solar yang dikenal sebagai angka Setana . Semakain mudah menyala karena adanya tekanan semakin besar angka Setana solar. Sementara bensin memiliki sifat mudah menguap dengan kisaran titik didih senyawa antara 27 \u2013 210 C. Biasa disebut juga light distillat (minyak distilat ringan). Masuk dalam kategori ini seperti avgas, nafta , spirtus dsb. Bensin didesain untuk tidak mudah menyala saat mendapat tekanan. Karena kalau bensin menyala sendiri karena tekanan, mesin akan ngelitik . Semakin tinggi angka oktan bensin, semakin sulit menyala karena tekanan. Oleh sebab itu pada mesin bensin dibutuhkan busi sebagai pemicu terjadinya penyalaan dan pembakaran bensin.<\/p>\n<p>\u00a0Grafik dibawah ini menggambarkan profil KURVA penguapan (distilasi) dari kedua bahan bakar tersebut.<\/p>\n<p>\u00a0<a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/07\/Duh..salah-ngisi-bbm.pdf\">PROFIL-KURVA-PREMIUM-SOLAR.PDF<\/a><\/p>\n<p>Dari grafik terlihat jelas bahwa bensin dan solar memiliki karakteristik penguapan yang jauh berbeda, karena memang kedua bahan bakar ini digunakan pada mesin dengan\u00a0 prinsip pembakaran yang berbeda .<\/p>\n<p>\u00a0Seandainya mobil bensin terisi solar , maka yang terjadi adalah akan terjadi proses pembakaran yang tidak sempurna. Mesin\u00a0 bensin umumnya didesain memakai \u00a0prinsip \u201cproses pembakaran yang\u00a0 kaya bahan bakar \u201c ketimbang mesin disel.\u00a0 Solar umumnya (90%) memiliki titik didih diatas 215 C, sementara bensin sebaliknya, dominan (95%) memiliki senyawa dengan titik didih dibawah 200 C. \u00a0Proses pembakaran yang tidak sempurna ini, mengakibatkan sebagian bahan bakar solar tidak terbakar, \u00a0terutama senyawa yang memiliki suhu diatas 215 C.\u00a0 Solar yang tidak terbakar bisa merembes dan mengikis lapisan film oli di dinding silinder. Kalau tidak ada oli di komponen mesin, tentu resikonya bisa ditebak. Komponen tersebut tidak terlindungi dari gesekan dan mempercepat aus . \u00a0Selanjutnya solar \u00a0akan terus menyusup dan bercampur dengan oli mesin . Oli mesin yang tercampur solar akan dengan cepat menurun efektivitas . Oli mesin yang rusak tidak lagi \u00a0berfungsi optimal dalam melindungi komponen mesin kendaraan. Selain itu sifat solar yang mudah menyala \u00a0sendiri sebelum pengapian busi, mengakibatkan mesin kasar dan \u00a0ngelitik. \u00a0Sebagian solar lagi , akan \u00a0terbakar membentuk deposit arang diruang bakar. Efek lebih jauh, kekeliruan ini, \u00a0akan menurunkan kualitas pembakaran, meningkatkan\u00a0 deposit arang \u00a0\u00a0dan merusak sistem pengapian di ruang bakar.<\/p>\n<p>Dan seandainya mobil disel terisi bensin, Karena bensin memiliki sifat yang sulit menyala karena tekanan dan juga biasanya proses pembakaran mesin disel didesain pada \u00a0kondisi \u00a0\u201cLean fuel\u201d (sedikit bahan bakar), \u00a0akan menyebabkan mesin disel \u00a0tidak akan meyala atau akan menyala tidak sempurna .<\/p>\n<p>Problem lainnya adalah, bensin akan melenyapkan sifat karaktristik solar sebagai \u201cpelumas\u201d.\u00a0 Pompa injeksi dan injektor pada mesin disel didesain untuk bahan bakar solar yang memiliki sifat \u201cpelumasan\u201d. Oleh sebab itu , salah mengisi\u00a0 bensin pada mesin disel berpotensi merusak komponen-komponen diatas dan komponen lainnya di mesin disel.<\/p>\n<p>Makanya pastikan dulu kendaraan Anda pada tempat yang benar saat berada di pom bensin. Agar kejadian ini tidak menimpa Anda &#8230;<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Duh.. salah ngisi \u00a0Bahan bakar\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 ke dalam tangki kendaraan!!!<br \/>\n\u00a0Pernah mengalami kejadian seperti ini, dimana saat\u00a0 berada di pom bensin, petugas pom salah\u00a0 mengisi bahan bakar ke dalam tangki kendaraan kita. Mobil mesin bensin ternyata salah diisi solar atau sebaliknya mobil disel malah diisi \u00a0bensin.<br \/>\nKemungkinan hal semacam ini bisa saja terjadi disini . Karena mungkin kelalaian &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":436,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/432\/revisions\/436"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}