{"id":130,"date":"2011-06-18T02:59:53","date_gmt":"2011-06-18T02:59:53","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=130"},"modified":"2011-08-06T15:50:09","modified_gmt":"2011-08-06T15:50:09","slug":"memilih-sae-oli-mesin-yang-cocok-untuk-kendaraan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=130","title":{"rendered":"Ini dia nih&#8230;.cara Memilih SAE oli mesin yang cocok untuk kendaraan"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/mengisi-oli-mobil.jpg\"><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\"><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/2011-06-20-11.05.39.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-461\" title=\"2011-06-20 11.05.39\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/2011-06-20-11.05.39-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/2011-06-20-11.05.39-300x225.jpg 300w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/2011-06-20-11.05.39-1024x768.jpg 1024w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/2011-06-20-11.05.39-426x320.jpg 426w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\"><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/KLIK_Tabel-SAE-vs-jenis-Mobil.pdf\">KLIK_Tabel jenis-SAE vs jenis Mobil.pdf<\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211; Untuk kendaraan jenis <strong>Seda<\/strong><strong>n<\/strong>,- apalagi yang sudah memakai Engine Management System -EMS( sistem pengaturan\u00a0 bahan bakar dan\u00a0 mesin kendaraan secara elektronik dan terpadu seperti VVTi, VTEC dsb ), multivalve, DOHC, supercharge, turbocharge,\u00a0 lebih pas\u00a0 memakai oli mesin yang relatif encer. Kenapa? Oli encer lebih mampu beradaptasi sesuai dengan desain dan konsep\u00a0 mesin teknologi modern tersebut. Mesin model ini\u00a0 didesain untuk memenuhi tingkat kinerja yang optimal yakni menghasilkan daya\/tenaga mesin\u00a0 yang besar, irit bahan bakar, putaran mesin tinggi, torsi melimpah serta emisi gas buang rendah. Tipikal SAE yang dipilih SAE 10w40, 15w40, 5w30,5w40<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211; Untuk kendaraan <strong>Minibus<\/strong> (MPV-Multi Purpose Vehicle), lebih pas memakai oli mesin relatif kental seperti SAE 20W50, SAE 15W40 dan SAE 15W50. Kecuali untuk Minibus yang sudah dilengkapi sistem manajemen mesin dan bahan bakar seperti VVTi, VTEC dsb , idealnya memakai oli mesin yang lebih encer seperti 10w40 ataupun SAE 15W40 (Namun sebaiknya, jangan terlalu encer). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">Jenis kendaraan MPV, bekerja relatif berat karena didesain untuk mengangkut banyak\u00a0 penumpang atau beban yang berat. Dengan kapasitas Isi silinder mesin yang relatif tidak besar, dibandingkan beban kerjanya, faktor perlindungan mesin menjadi faktor krusilal yang mesti diperhatikan. Apalagi dengan kondisi lalu lintas di kota\u2013kota besar di Indonesia, yang relatif macet, pemakaian oli mesin yang relatif kental, merupakan pilihan yang paling arif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211;\u00a0 Untuk kendaraan jenis <strong>City Car<\/strong> (Kendaraan dalam kota), idealnya lebih pas memakai oli mesin relatif kental seperti SAE 20W50, 15W50. Alternatif kedua, bisa juga memakai\u00a0 SAE 15W40 atau 10W40, terutama yang dilengkapi EMS. Namun sebaiknya tidak memakai yang lebih encer dari yang telah disebutkan. Kendaraan jenis ini , didesain untuk dipakai pada\u00a0 kondisi lalu lintas\u00a0 di dalam kota\u00a0 yang padat atau macet. Jadi, Tidaklah mengherankan kalau mesin kendaraan ini didesain tidak untuk putaran tinggi dan kapasitas isi silinder yang kecil. Termasuk kendaraan disini, mesin dengan isi silinder dibawah 1500 CC.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211;\u00a0 Kendaraan Jenis <strong>SUV<\/strong> (Sport Utility Vehicle), merupakan kendaraan yang didesain untuk lincah dikendarai, bertenaga, dan tangguh meskipun menjelajahi medan berat (offroad). Umumnya mobil jenis ini memakai sistem penggerak 4 roda (4WD) dan kapasitas isi silinder relatif besar ( &gt; 2000 CC). Untuk menghasilkan mesin yang responsif dan bertenaga, oli mesin relatif encer merupakan pilihan yang tepat. Pilihan yang paling arif, oli mesin yg dipakai adalah jenis, SAE 10W40, 10W30. Bisa juga memakai yang lebih encer lagi misal 5W40, namun mesti proporsional dalam menentukan\u00a0 jarak pemakaian oli mesinnya.<\/span> <span style=\"font-family: times new roman,times;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-family: times new roman,times;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211;\u00a0 untuk mobil <strong>Sport<\/strong> (Sport Car), tidak bisa lain mesti memakai oli yang encer misalnya 5W20, 5W30 atau yang lebih encer lagi dengan kategori 0W. Mobil ini didesain untuk akselerasi cepat dan putaran tinggi. Oleh sebab itu yang mampu beradaptasi secara baik dengan konsep kendaraan ini adalah jenis oli mesin encer seperti diatas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211;\u00a0 Untuk kendaraan <strong>Angkot<\/strong> (Angkutan Kota), lebih pas memakai oli mesin <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">relatif kental. Kendaraan jenis ini biasanya dijalankan secara \u201cSevere Condition\u201d . Severe Condition adalah istilah dalam otomotif dan pelumasan, yang maksudnya cara\u00a0 berkendara\u00a0 dan\u00a0 kondisi seperti:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211; Dipakai untuk beban berat\/banyak penumpang,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">-Stop &amp; go driving (sebentar-sebentar berhenti), <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">-Tidak berjalan jauh (jarak pendek) <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">-Kondisi macet. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">-Polusi udara tinggi\/berdebu <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">dsb. <\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">Pada kondisi seperti ini, peluang terjadinya kontak antar logam sangat besar, karena lapisan oli pada komponen mesin sangat tipis (Boundary Lubrication).\u00a0 Efeknya mudah ditebak, ancaman terjadinya aus mesin semakin besar. Lebih dari itu,\u00a0 Kondisi berkendara seperti ini cenderung membuat mutu oli mesin mudah rusak. Pada kondisi seperti ini, Air dan bahan bakar yang masuk kedalam karter dan oli mesin, tidak bisa teruapkan, seperti pada saat kendaraan berjalan normal. Air dan bahan bakar\u00a0 akan merusak aditif oli mesin\u00a0 Oleh sebab itu, oli mesin yang mampu melindungi mesin secara optimal pada kondisi ini adalah oli mesin bermutu baik dan relatif kental, seperti\u00a0 SAE 20W50, 15W50 atau 15W40. Dan satu hal lagi yang mesti diperhatikan, mobil yang dikendarai dengan kriteria Severe Condition, jarak penggantian oli mesin, idealnya lebih cepat dari cara\u00a0 berkendara \u201cNormal Condition\u201d. <\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0 Kendaraan <strong>Offroad<\/strong>: cara berkendara mobil offroad\u00a0 sangat jelas , berjalan di medan yang berat dan ekstrim serta bergerak secara \u201cstop and go\u201d. Umumnya kendaraan ini memakai 4 roda penggerak (4 wheel drive), agar lebih responsif dikendarai di medan terjal dan berlumpur. Kondisi ini, seperti telah dijelaskan diatas termasuk kondisi berkendara \u201csevere condition\u201d. Oleh sebab itu, jenis SAE yang dipakai sebaiknya\u00a0 relatif kental seperti\u00a0 20W50, 15W50 atau 15W40.<\/span> <span style=\"font-family: times new roman,times;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">\u00a0<\/span><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">Harus difahami, kekentalan atau SAE sebenarnya hanya salah satu faktor penunjang perfoma dan perlindungan mesin kendaraan agar bekerja semakin baik. Faktor lainnya yang juga menentukan adalah faktor mutu\u00a0 oli mesin itu sendiri . Oli mesin Jenis SAE yang\u00a0 sama tetapi dengan Merk berbeda, bisa jadi akan memberikan kinerja dan perlindungan\u00a0 mesin kendaraan yang berbeda.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">\u00a0<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-family: times new roman,times; font-size: small;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KLIK_Tabel jenis-SAE vs jenis Mobil.pdf<br \/>\n&#8211; Untuk kendaraan jenis Sedan,- apalagi yang sudah memakai Engine Management System -EMS( sistem pengaturan\u00a0 bahan bakar dan\u00a0 mesin kendaraan secara elektronik dan terpadu seperti VVTi, VTEC dsb ), multivalve, DOHC, supercharge, turbocharge,\u00a0 lebih pas\u00a0 memakai oli mesin yang relatif encer. Kenapa? Oli encer lebih mampu beradaptasi sesuai dengan desain dan &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/130"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=130"}],"version-history":[{"count":10,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":473,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/130\/revisions\/473"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}