{"id":115,"date":"2011-06-18T02:53:32","date_gmt":"2011-06-18T02:53:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=115"},"modified":"2011-06-18T02:53:32","modified_gmt":"2011-06-18T02:53:32","slug":"mencampur-oli-beda-merk-siapa-takut","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=115","title":{"rendered":"Mencampur oli beda merk ?? Siapa takut&#8230;"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p style=\"text-align: center;\"><a href=\"..\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/15oli5.jpg\"><img loading=\"lazy\" title=\"15oli5\" src=\"..\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/15oli5.jpg\" alt=\"\" width=\"252\" height=\"225\" \/><\/a><\/p>\n<p><em>Jarang terjadi adanya \u201cketidakcocokan\u201d, misalnya oli menjadi kental, pada pencampuran oli mesin berbeda merk. Karena pada umumnya bahan dasar oli \u00a0yang dipakai larut secara baik, baik \u00a0itu sintetis ataupun mineral. Kecuali\u00a0 oli berbahan dasar Polialkilena glikol (PAG), memang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis oli lainnya.<\/em><\/p>\n<p>Namun, hal ini pun tidak perlu dicemaskan karena senyawa PAG \u00a0biasanya dipakai pada oli kompresor atau oli Gear dan jarang dipakai sebagai oli mesin. Yang terpenting bila ingin mencampur oli berbeda merk, menurut Lembaga API adalah \u00a0sesuaikan SAE dan kategori API-nya, agar kualitasnya relatif masih dapat terjaga.<\/p>\n<p>Selain itu, dari penelitian yang pernah dilakukan, ada beberapa \u00a0hal \u00a0\u00a0yang perlu diperhatikan pada\u00a0 masalah pencampuran oli ini, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>1.Hindari mencampur oli berbeda fungsi.<\/em><\/p>\n<p>Misalnya kita mencampur oli mesin dengan oli hidrolik, gardan\u00a0 atau jenis oli lainnya. Hal Ini sebaiknya dihindari, karena jika ada air,\u00a0 yang biasanya ada didalam mesin, kemungkinan\u00a0 hal \u201cketidakcocokan\u201d, misalnya oli menjadi kental , bisa saja terjadi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>2. Hindari mencampur oli, yang masing\u2013masing memiliki aditif berlawanan<\/em><strong>.<\/strong><\/p>\n<p>Misalnya oli yang satu memakai oli bersifat asam dan yang\u00a0 lainnya bersifat basa. Karena hal ini akan terjadi reaksi netralisasi dan membentuk oli menjadi semacam jelli. Namun hal inipun akan dapat terjadi bila ada air\u00a0 dalam mesin. Tanpa air, reaksi netralisasi tidak akan terjadi. (Lihat tabel jenis\u00a0 sifat aditif yang dipakai pada berbagai macam pelumas)<\/p>\n<p>Sifat keasaman dan kebasaan oli biasanya ditentukan oleh aditif yang dipakai oli tersebut.<\/p>\n<p>Masalahnya memang, kita biasanya\u00a0 tidak tahu jenis aditif yang dipakai dalam suatu oli.<\/p>\n<p>Namun untuk\u00a0 oli mesin,\u00a0 umumnya aditif yang dipakai bersifat basa dan jarang memakai aditif bersifat asam. Karena justru disini yang ingin dihindari adalah senyawa yang bersifat asam, karena\u00a0 biasanya senyawa asam bersifat korosif. Selain itu keberadaan aditif\u00a0 bersifat basa dibutuhkan sebagai bahan pencuci dan \u00a0melawan senyawa asam yang biasanya dihasilkan dari\u00a0 proses pembakaran\u00a0 di mesin .Sifat basa suatu oli dapat\u00a0 ditunjukkan oleh nilai total\u00a0 angka Basa (TBN=total Base Number ). (lihat juga:<strong> <\/strong>Boleh kah mencampur oli sintetis dan oli mineral?).<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jarang terjadi adanya \u201cketidakcocokan\u201d, misalnya oli menjadi kental, pada pencampuran oli mesin berbeda merk. Karena pada umumnya bahan dasar oli \u00a0yang dipakai larut secara baik, baik \u00a0itu sintetis ataupun mineral. Kecuali\u00a0 oli berbahan dasar Polialkilena glikol (PAG), memang sebaiknya tidak dicampur dengan jenis oli lainnya.<br \/>\nNamun, hal ini pun tidak perlu dicemaskan karena senyawa PAG \u00a0biasanya &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions\/117"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}