{"id":112,"date":"2011-06-18T02:52:14","date_gmt":"2011-06-18T02:52:14","guid":{"rendered":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=112"},"modified":"2011-08-06T19:29:58","modified_gmt":"2011-08-06T19:29:58","slug":"cara-berkendara-yang-menyebabkan-oli-cepat-rusak","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/?p=112","title":{"rendered":"Ini nih ..yang menyebabkan Oli cepat rusak"},"content":{"rendered":"<div class=\"pf-content\"><p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/84under_bonnet.jpg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-113\" title=\"84under_bonnet\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/84under_bonnet-300x224.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"224\" srcset=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/84under_bonnet-300x224.jpg 300w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/84under_bonnet.jpg 394w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Banyak orang awam \u00a0beranggapan bahwa menurunnya mutu oli di dalam mesin kendaraan, lebih dominan disebabkan oleh faktor tekanan dan gesekan piston dalam mesin\u00a0 kendaraan . Padahal kondisi mutu oli dalam\u00a0 mesin kendaraan tidak hanya dipengaruhi faktor diatas. Ada faktor lain yang mesti diperhatikan,\u00a0 yang ikut berpengaruh \u00a0pada mutu oli dalam mesin , yaitu: \u00a0\u00a0<strong>faktor cara berkendara dan kondisi lalu lintas yang sering dilalui.<\/strong><\/p>\n<p>Hal ini mungkin sering luput dari perhatian orang awam atau bahkan hal yang sering dianggap\u00a0 salah kaprah dalam menilai kondisi oli dalam mesin kendaraan. Misalnya, masyarakat awam sering \u00a0menganggap\u00a0 kalau kondisi\u00a0 oli dalam mesin kendaraan yang jarang dipakai atau dipakai tapi cuma jarak dekat, oli mesin kendaraan tersebut selalu dalam kondisi bagus. Sebaliknya, kendaraan yang sering dipakai rutin lewat jalan tol\u00a0 atau jarak jauh\u00a0 ke luar kota , kondisi olinya lebih cepat menurun mutunya dan mesti lebih cepat diganti.<\/p>\n<p>Dalam ilmu Pelumasan dikenal 2 istilah,\u00a0 kondisi dan cara \u00a0berkendara yang mempengaruhi kondisi mutu oli dalam mesin, yaitu:<\/p>\n<p>1.\u00a0\u00a0<strong>\u201cSevere Service\u201d.<\/strong> Secara umum dapat diartikan, \u00a0cara dan kondisi pemakaian kendaraan yang menyebabkan mutu oli cepat rusak.\u00a0 Faktor penyebabnya antara lain:<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sering berkendara Stop &amp; go driving (Kondisi macet)<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sering berkendara hanya \u00a0jarak\u00a0 pendek (&lt; <span style=\"text-decoration: underline;\">+<\/span>20 km)<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Sering mengangkut\u00a0 beban berat\/penumpang banyak.<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kondisi polusi tinggi dan berdebu.<\/p>\n<p>&#8211;\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Kelembaban tinggi .<\/p>\n<p>2.<strong>\u201cNormal Service\u201d<\/strong> <strong>.<\/strong> adalah cara pemakaian kendaraan yang rutin pada jarak yang relatif jauh dan lancar dalam\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0\u00a0\u00a0 sekali jalan.<\/p>\n<p>\u00a0Kondisi \u00a0<strong>\u201cSevere Service\u201d<\/strong> sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi pemilik kendaraan di Jakarta. Setiap hari, kondisi macet, polusi, berdebu, dsb. sudah menjadi langganan sehari-hari. Lalu kenapa Tipikal berkendara model begini, lebih cepat menyebabkan oli mesin menurun mutunya? Jawabannya sederhana&#8230; <strong>air<\/strong>. Ya , air adalah senyawa yang bertanggung jawab dalam mempercepat rusaknya mutu oli mesin. Terutama\u00a0 adalah aditif oli mesin. Padahal aditif itu merupakan komponen paling penting pada \u00a0oli mesin. Air dalam oli mesin tidak boleh lebih dari 0.2% wt. Air bisa terakumulasi dalam mesin karena faktor kondensasi atau hasil proses pembakaran. Proses pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan gas karbon dioksida dan air. \u00a0Dan kondisi di Indonesia, yang relatif tinggi polusi dan kelembabannya, ikut mendukung menciptakan kondisi \u201c<strong>Severe Service<\/strong>\u201d ini. \u00a0Selain air, bahan bakar yang masuk kedalam mesin, \u00a0juga ikut berperan dalam mempercepat rusaknya oli. Bahan bakar biasanya menyusup kedalam \u00a0mesin karena \u00a0proses pembakaran \u201ccampuran kaya bahan bakar\u201d (Fuel \u00a0\u00a0rich mixture) pada mesin bensin, saat awal\u00a0\u00a0 kendaraan distarter atau berkendara jarak pendek. Air\u00a0\u00a0\u00a0 dan bahan bakar adalah kombinasi efektif dalam menghancurkan komponen aditif oli mesin. Selanjutnya zat kontaminan ini membentuk lumpur dan lapisan kerak tipis keras dan permanen di dinding silinder \u00a0.<\/p>\n<p>\u00a0Nah, pada kondisi berkendara \u00a0\u201c<strong>normal Service<\/strong>\u201d, air dalam oli mesin cenderung menguap lewat PCV (positive cranck Ventilation) atau bahan bakar berlebih bisa menguap lewat knalpot, karena \u00a0kondisi suhu optimal mesin saat berjalan jarak jauh. Sebaliknya , pada kondisi <strong>\u201cSevere Service\u201d<\/strong>, air dalam oli mesin tidak memungkinkan keluar dari mesin, karena mesin kendaraan belum mencapai suhu optimal, \u00a0pada saat kondisi lalu lintas sering macet atau berkendara pada jarak \u00a0pendek (stop and go driving). Begitu pula halnya dengan bahan bakar yang tidak terbakar, akan menyusup masuk mengikis lapisan oli di silinder , yang akhirnya bercampur dengan air dan oli dalam mesin.<br \/>\n<a href=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/gambar-PCV2.jpg\"><img loading=\"lazy\" src=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/gambar-PCV2-300x215.jpg\" alt=\"\" title=\"gambar-PCV2\" width=\"300\" height=\"215\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-489\" srcset=\"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/gambar-PCV2-300x215.jpg 300w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/gambar-PCV2-445x320.jpg 445w, http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/wp-content\/uploads\/2011\/06\/gambar-PCV2.jpg 579w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Makanya para ahli pelumas biasanya memberikan rekomendasi, agar mempercepat penggantian oli mesin untuk kendaraan yang sering dipakai pada kondisi \u201c<strong>Severe Service<\/strong>\u201d. Misalnya, untuk cara \u201cNormal Service\u201d penggantian olinya direkomendasikan sejauh 10.000 km, maka untuk cara berkendara\u00a0 \u201c<strong>Severe Service<\/strong>\u201d olinya sudah mesti diganti pada jarak 5.000-7000 km .<\/p>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang awam \u00a0beranggapan bahwa menurunnya mutu oli di dalam mesin kendaraan, lebih dominan disebabkan oleh faktor tekanan dan gesekan piston dalam mesin\u00a0 kendaraan . Padahal kondisi mutu oli dalam\u00a0 mesin kendaraan tidak hanya dipengaruhi faktor diatas. Ada faktor lain yang mesti diperhatikan,\u00a0 yang ikut berpengaruh \u00a0pada mutu oli dalam mesin , yaitu: \u00a0\u00a0faktor cara &#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/112"}],"collection":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=112"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":418,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/112\/revisions\/418"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/www.panduanolimesinbbm.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}