Perkembangan Oli Mesin dari waktu ke waktu

PrintFriendly

Oli mesin dari waktu ke waktu

1859  Sukses pertama kali pengeboran minyak bumi kedalaman 69 ft 6 inche di Tiusville , Amerika 

1866  Vakum proses pembuatan bahan dasar oli mesin dengan viskositas indeks 80, dipatenkan

1911  Badan SAE mengembangkan klasifikasi berdasarkan kekentalan oli mesin

1919  Badan API dibentuk untuk membuat standar spesifikasi produk minyak bumi 

1921  Hasil produk sintesis petrokimia pertama –isopropil alkohol.

1920  1920 – 1930, riset hidrokarbon sintetik di jerman dan USA

1930 1930-an, bahan dasar pelumas parafin yang lebih stabil, memakai larutan dewaxing, dengan VI 95.

1931  Perusahaan Standard Oil di U.S.A danI.G. Farben di Jerman membuat olefin dari ciran minyak dengan proses polimerisasi

1936  Proses katalitik Cracking pertama di Paulsboro, NJ, USA.

1940  Pembuatan bahan dasar sintetik diester.

1942  Penemuan “ fluid catalytic cracking ” untuk meningkatkan mutu bahan dasar oli mesin grup II dan III

1946  National Carbide Company Inc. memasarkan pertama kali bahan dasar sintetis , Poli alkil Glikol  (PAG )

1947  API memperkenalkan 3 spesifikasi baru oli mesin berbahan dasar mineral grup I  : Regular ( hanya oli mineral), Premium    

(penambahan aditif anti oksidasi), dan oli beban berat -Heavy Duty (penambahan aditif  anti oksidasi dan deterjen/dispersan)

1952  API & ASTM mengembangkan ESCS (Engine Service Classification System). API and ASTM merevisi ESCS  tahun  1955  dan  1960.

ESCS membuat kategori kinerja oli mesin bensin dengan kode ML, MM, and MS.

1970  API, ASTM, dan SAE membuat klasifikasi baru : SA menggantikan ML, SB menggantikan MM, SC menggantikan MS 

1971  Katagori SE oli mesin diperkenalkan .

1972  AMSOIL™, Inc.memperkenalkan oli sintetis diester-based PCEO, sintetis pertama yang disertifikasi Sistem API.

1973   The Mobil™ Co. pertama kali memperkenalkan PAO/ester sebagai bahan dasar oli sintetis penuh ( fully-synthetic API certified ).

1977  Reformulasi produk Amsoil™ sebagai oli berkinerja tertinggi bahan dasar PAO/ester .

1979  Katagori API SF diluncurkan .

1988  Katagori API SG diluncurkan .

1993  Katagori API SH diluncurkan .

1996  Katagori API SJ diluncurkan .Pertama kali batasan  0.1% pospor  ditetapkan di klasifikasi  API .

1999  Istilah “sintetik” boleh dipakai , untuk bahan dasar oli grup III dengan teknologi hidroisomerisasi, selain istilah “sintetis” dari grup IV dan

V, berdasarkan  hasil keputusan  , National Advertising Division of the Council of Better Business Bureaus, Amerika, yang menjadi juri

sengketa perusahaan oli Mobil™ vs. Castrol™ 

2001  Kategori SL diperkenalkan.

2003  Untuk pertama kali, menanggapi respon pabrikan otomotif, permintaan oli mesin grup II dan III melampaui oli grup I .

2004  Kategori SM mulai diperkenalkan . Kandungan Phosphor dibatasi maksimum 0.08% . 

2008  Oli berbahan dasar Grup II dan III, sebagai oli mesin yang paling banyak terjual di Amerika. Oli sintetis memiliki pasar kurang dari 5 %. 

2010  API SN diperkenalkan sebagai klasifikasi oli mesin terbaru yang memenuhi spesifikasi ILSAC GF5. Oli mesin  dengan kemampuan

meningkatkan efisiensi BBM, Proteksi turbocarger, kontrol emisi, perlindungan komponen (kompatibel) untuk bensin yang mengandung

etanol sampai E85. 

Leave a Reply





Sorry, no posts matched your criteria.