Mana yang lebih bagus : oli sintetis atau oli mineral ???

Print Friendly, PDF & Email

 photo dbaa040f-b27c-4c07-a3a5-5dbcf24b14d6_zpsdivl5cwp.jpg

 photo 92a0e3df-b0fe-4b9b-a92c-2148fc305949_zpsxznqmbj0.jpg

Banyak yang bilang kalau oli sintetis lebih bagus dari oli mineral. Makanya harganya juga beda. Oli sintetis lebih mahal dari oli mineral. Kalau uji di dalam laboratorium oli sintetis memang cenderung lebih bagus dari oli sintetis. Oli sintetis umumnya tahan panas, tidak mudah berubah kekentalannya, tidak mudah menguap dsb.
Tapi bagaimana kalaiu ke-2 jenis oli ini diuji di lapangan? Maksudnya diuji dan digunakan dalam mesin mobil sesungguhnya, lalu dijalankan ribuan kilometer. Masihkah berlaku bahwa oli sintetis lebih bagus mutunya dibandingkan oli mineral???
Tim Chevron Chemical Company, pernah melakukan Pengujian tentang perbandingan kinerja oli mineral dan sintetis tingkat SAE 5W30 API SJ terhadap mobil taksi yang dijalankan sejauh 105 ribu mil ( 169 ribu km) . Masing2 jenis oli digunakan 3 taksi. Pada pengujian ini juga dipakai dan diuji oli jenis semisintetis.
Dari hasil pengujian laboratorium dari oli bekas yang digunakan justru menunjukkan hasil yang mengejutkan
Oli mineral ternyata memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan oli sintetis . hal ini berdasarkan hasil uji oli bekas masing2 jenis oli dari kategori banyaknya kotoran dalam mesin . Oli mineral cenderung menghasilkan karbon dan kotoran (varnish dan sludge) lebih sedikit di ring piston, serta lebih sedikit aus komponen mesinnya dibandingkan oli sintetis. Kenapa bisa begitu??? Ternyata dari penelitian lebih jauh ditemukan bahwa oli mineral pada pengujian ini memiliki konsentrasi aditif metal yang lebih banyak sekitar 20-40% terhadap konsentrasi awal (oli baru). Sedangkan pada oli sintetis konsentrasi aditif metal cenderung turun sepanjang umur pemakaiannya.
Bagaimana penjelasannya? Bukankah oli sintetis lebih bagus mutunya dibandingkan oli mineral?
Seperti ini penjelasannya:
Pada pengujian di jalan, oli mineral yang cenderung lebih mudah menguap, level oli di dalam mesincenderung berkurang . Lalu biasanya kita menambahkan oli kembali sampai batas volume yang ditentukan. Nah pada penambahan inilah , selain volume oli bertambah di dalam mesin, secara langsung aditif dari fresh oli bertambah pula. Sebaliknya pada oli sintetis, karena oli jenis ini tahan panas, tidak mudah menguap, maka level oli mesin tidak berkurang. Oleh sebab itu kita jarang menambahkan oli ke batas topping Up vol. oli . karena memang volume olinya tidak berkurang. Pengujian menunjukkan level aditif oli dalam oli sintetis terus berkurang seiring masa dan jarak pemakaian di jalan. Harap diketahui dan dimaklumi, aditif sangat menentukan mutu kinerja oli dalam mesin kendaraan. Tidak heran harganya puluhan kali lipat dari bahan dasar oli mesin. Kalau aditif dalam oli mesin menurun efektifitas dan juga kadarnya, akan sangat mempengaruhi kinerja oli secara keseluruhan.

 photo f41ad207-eaca-4c8c-a3b1-0bc3dd5bc5a8_zpsxmtk35ru.jpg

Dipresentasikan by Alex G, Boofa dan Greg Cook (Tim Chevron Chemical Company) pada 6th Annual Fuels and Lubes Asia Conference , Regent Hotel, singapore, 25-28 January 2000

Leave a Reply





Sorry, no posts matched your criteria.