Koq bisa ….beda SAE tetapi kekentalannya sama ??

PrintFriendly

 

Harus difahami oleh otomania, bahwa oli mesin memiliki sifat karakteristik;  apabila suhu mesin panas, oli mesin akan menjadi encer. Sebaliknya kalau suhu mesin dingin oli mesin menjadi cenderung kental. Oleh sebab itu, meskipun suatu oli mesin memiliki SAE yang berbeda-beda,  oli mesin tersebut bisa memiliki  kekentalan yang sama di dalam mesin.

 ***

 Setiap kekentalan  SAE oli mesin, tidak bersifat statis. Kekentalannya akan berubah  mengikuti  suhu mesin kendaraan tersebut. Didalam mesin, oli SAE 5W30 , SAE 10w30 atau 15w40, dapat juga bersifat seperti SAE 20w50 (atau sebaliknya) dan memiliki  kekentalan yang sama pada suhu-suhu tertentu. Artinya sebenarnya disini adalah  kita tidak perlu takut menggunakan oli mesin diluar rekomendasi SAE pabrikan kendaraan, asal SAE-nya masih dalam batas kewajaran/proporsional.

Sekarang,  mari kita lihat grafik disini

klik-Kurva-viskositas.pdf

 Grafik  ini adalah grafik yang menggambarkan kurva berbagai jenis SAE oli mesin yakni SAE 5w30, SAE10W30, SAE 15W40 dan SAE 20w50 . Jadi setiap SAE oli mesin sebenarnya memiliki profil kurva yang berbeda-beda. Kurva itu bisa dibuat mulai dari suhu rendah (minus) sampai suhu diatas 150 oC. Namun disini untuk memperjelas pembahasan, sengaja hanya ditampilkan profil kurva-kurva kekentalan oli mesin tersebut hanya pada suhu 45-100 oC.

 Misalkan rekomendasi SAE kendaraan kita adalah SAE 20w50. Artinya sebenarnya potensi perlindungan optimal mesin kendaraan kita didesain saat kekentalan  oli mesin berkisar  16,3 – 21,9 cSt (Area warna merah pada kurva). Dari kurva diatas ini dapat dilihat, dari berbagai SAE oli mesin selain SAE 20w50 , bila ditarik garik keatas, maka “area merah” SAE 20w50 akan berpotongan dengan  kurva kekentalan SAE 5w30, SAE 10w30, dan SAE 15w40. Perpotongan tersebut menunjukkan suhu dimana jenis SAE tersebut memiliki karakter kekentalan yang sama dengan SAE 20w50.

Lebih jelas Arti kurva diatas adalah Oli mesin dibawah ini akan memiliki kekentalan yang sama dengan SAE 20w50 pada suhu:

-SAE 5W30,  pada suhu 70 – 80,5 oC.

-SAE 10W30, pada suhu 71 – 81 oC

-SAE 15W40, pada suhu 86 -96 oC.

 Kurva diatas ini hanyalah sekedar contoh, bahwa kekentalan dari SAE yang berbeda akan memiliki sifat kekentalan yang sama didalam mesin pada suhu-suhu tertentu. Artinya sebenarnya, Kita bisa saja menggunakan oli mesin diluar rekomendasi SAE pabrikan, sejauh itu masih proporsional.

Profil kurva setiap oli mesin, berbeda-beda, meskipun memiliki SAE nya sama, tergantung dari merk oli mesin. Namun pada SAE yang sama perbedaan profil kurvanya tidak terpaut jauh.

Satu hal yang harus difahami juga, kekentalan atau jenis SAE oli mesin hanyalah salah satu  faktor saja  yang menentukan pada kinerja mesin kendaraan . Faktor lainnya yang tak kalah penting adalah, faktor mutu oli mesin itu sendiri. Oleh sebab itu, oli mesin jenis SAE yang sama namun dengan merk berbeda,  sangat mungkin menghasilkan kinerja dan tingkat perlindungan berbeda pada mesin kendaraan.

Comments are closed.

Sorry, no posts matched your criteria.