Bensin pake kapur barus??

PrintFriendly

Pakai kapur barus  bensin semakin bagus  ??

Tidak sedikit otomania yang percaya kalau kamfer atau kapur barus – produk yang biasa dipakai sebagai pengharum dan pengusir serangga  dirumah- dapat digunakan sebagai “aditif” untuk meningkatkan Angka Oktana , sekaligus menaikkan mutu  bahan bakar bensin. Tetapi,  benarkah kamfer bisa dipakai sebagai peningkat Angka oktana bensin ? Atau ini Cuma mitos?

Bahwa kapur barus bisa menaikkan angka Oktana bensin itu bukanlah mitos !!! Dijaman baheula, benda ini memang biasa dimanfaatkan untuk membantu menaikkan angka Oktana bensin. Kok bisa  ? Kapur barus jaman dulu umumnya terbuat dari senyawa Naftalen. Suatu senyawa aromatik yang sebenarnya juga berasal dari minyak bumi. Naftalen memiliki angka Oktana yang tinggi . Artinya kalau naftalen dicampur dalam bensin, pasti akan menaikkan angka oktan bensin tersebut. Jaman dulu penggunaan kapur barus dianggap “masih bisa ditolerir”, karena angka oktan bensin waktu itu memang relatif rendah dan juga syarat spesifikasi bensin belum seketat sekarang.

 Lalu sekarang,  apa masalahnya ? Apa Cuma itu masalahnya??  Tunggu dulu …

Ini dia nih…alasannya , kenapa  kita sebaiknya tidak boleh mencampur kapur barus ke dalam bensin:

-          Dulu kapur barus memang bisa membantu menaikkan angka oktan bensin , karena terbuat dari naftalen. Nah masalahnya , sekarang produk kapur barus sudah jarang yang terbuat dari naftalen. Kebanyakan saat ini , terbuat dari Para diklorobenzen. Suatu Senyawa turunan aromatik yang  lebih beracun dari naftalen . Senyawa ini berpotensi menghasilkan asam korosif yang berbahaya bagi mesin dan juga lingkungan.

 -          Kalaupun kapur barus itu terbuat dari naftalen, sebenarnya juga bisa bermasalah karena bisa mengganggu proses pembakaran bensin itu sendiri.  Kapur barus memiliki titik didih 218 C , sementara  titik didih bensin  umumnya berkisar antara 27-200 C. Bahkan dominan titik didihnya  dibawah 190 C . Artinya,  kalau kapur barus ini  dicampurkan kedalam bensin , bisa  berpotensi membentuk residu atau deposit arang pada proses pembakarannya . Selain itu kapur barus memiliki angka Melting Point ( titik leleh ) yang tinggi, yang berefek pada penyumbatan di filter bahan bakar.  Lebih jauh penggunaan kapur barus ini, bisa menurunkan power dan meningkatkan emisi gas buang .

-          Lebih dari itu,  penggunaan senyawa aromatik –apapun itu – sekarang dibatasi kandungannya dalam bensin. Spesifikasi bensin premium , masih relatif tinggi  kandungan aromatiknya. Kalau ditambahkan naftelen , kandungan aromatiknya akan semakin tinggi . Senyawa aromatik meski memiliki Angka Oktan tinggi , dinilai bersfifat karsinogen ,  sebagai pembentuk deposit dan penyumbang emisi gas buang berbahaya.

 Bagaimana ……, masih mau coba pake kapur barus???

Related Posts :

Comments are closed.

Sorry, no posts matched your criteria.